Image

Sisi Depan Terminal Manukan

Sisi Depan Terminal Manukan

Advertisements

Sangkar Burung dan Ayunan di Terminal Manukan Selesai Dibangun!

tamansangkar 1

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya telah selesai membangun sangkar burung dan ayunan di Terminal Manukan. Pembangunan ini telah dilakukan sejak Desember 2012.

Jumlah ayunan di Terminal Manukan sebanyak 3 buah. Ayunan ini dapat dimanfaatkan oleh pengunjung terminal. Untuk sangkar burung diisi dengan Burung Kutilang dan sejenisnya. “Kami harap taman dan sangkar burung ini dapat menambah keindahan serta keasrian terminal,” ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya.

Selain itu, saat ini Dishub Surabaya sedang membangun menara pantau. Menara pantau ini sebagai upaya Dishub Surabaya untuk meningkatkan fasilitasi Terminal Manukan. (cnd)

tamansangkar 2

tamansangkar 3

Taman dan Sangkar Burung Akan Segera Perindah Terminal Manukan

manukan 1

Dishub Surabaya saat ini sedang melakukan pembangunan sebuah taman di Terminal Manukan. Tidak hanya taman, Dishub Juga akan membangun sangkar burung di tengah-tengah taman tersebut. Rencananya taman ini akan diisi dengan jenis tanaman Puring Bali dan juga sejenis rumput. Sedangkan untuk sangkar burung akan diisi dengan Burung Kutilang dan sejenisnya.

Pembangunan taman dan sangkar burung ini sudah dimulai sejak Maret 2013. “Kami terus berupaya memperbaiki fasilitas dan keindahan setiap terminal, salah satunya dengan pembangunan taman dan sangkar burung di Terminal Manukan ini. Kami harap nantinya taman dan sangkar burung ini dapat menambah keindahan serta keasrian terminal,” ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya. (cnd)

manukan 2

manukan 3

HIJAU DAN RINDANGNYA TERMINAL MANUKAN

Kamis (13/09/12) Dishub Surabaya terus meningkatkan dan menggalakan upaya penghijauan di lingkungan terminal di seluruh Kota Surabaya. Salah satu diantaranya adalah Terminal Manukan, terminal yang berada di Jl. Manukan Tama. Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep tersebut terus ditingkatkan penghijauannya.

Beberapa tanaman dan pohon ditanam di sekitar lingkungan terminal, seperti daerah pintu masuk, pujasera, kantor, dan pintu keluar. Upaya penghijauan saat ini sangat penting semenjak semakin menguatnya isu perubahan iklim yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia.

Keberadaan tanaman sangat berguna yaitu untuk menyerap gas karbondioksida untuk melakukan fotosintesis, dan menghasilkan oksigen. Semakin banyak tanaman, maka semakin banyak juga persediaan oksigen dan berkurangnya gas racun karbondioksida.

Selain itu membawa perubahan di lingkungan sehingga membuat semakin nyaman untuk ditempati manusia, terutama dapat menyehatkan mata. Manfaat lain bagi lingkungan adalah memperkuat lapisan tanah sehingga mencegah longsor atau penurunan tanah dan dapat juga menyerap air hujan. (hwa)

In-class Training Sebagai Langkah Awal Menuju ISO OHSAS 18001:2007

Menjelang akhir tahun Dinas Perhubungan Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pelayanan publik. Tidak hanya mutu pelayanan langsung kepada masyarakat, melainkan mutu keselamatan jajaran personel dan pengguna jasa transportasi di terminal dan unit pengujian kendaraan bermotor juga menjadi perhatian utama bagi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Rabu Kemarin (13/12/2011) Dishub Surabaya mendapatkan pelatihan keamanan dan keselamatan kerja (K3) bagi pimpinan UPTD terminal, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dan Kepala Pangkalan di seluruh Kota Surabaya. Pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:2007 dan agenda kedua setelah mendapatkan sertifikasi tentang manajemen administrasi ISO 9001:2008 tahun yang lalu.

Diatas semua itu, pelatihan ini bertujuan memberikan keamanan dan keselamatan kerja, meningkatkan standar mutu pelayanan keselamatan sesuai standar internasional serta mengurangi resiko di setiap unit pelayanan seperti terminal, stasiun pengujian kendaraan bermotor dan kantor utama Dishub Surabaya dari bahaya kecelakaan kerja.

“Agenda hari ini adalah in-class training, materi berikutnya tentang teknik penerapan dan prosedur dokumentasi yang lebih komprehensif akan dipaparkan pada tanggal 20-21 Desember 2011. Program yang urgent saat ini adalah peningkatan mutu keselamatan baik bagi petugas kami di lapangan maupun pengguna jasa transportasi.” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Transportasi , Irvan Wahydrajad, M.MT.

Boby Arief Hendradjaja selaku pemberi materi dan manager of training dari TUV Nord Indonesia mengatakan, “Saya melihat resiko terbesar datang dari luar (pengguna jasa terminal) seperti calon penumpang dan armada bus. Dengan adanya pelatihan dan penerapan sistem yang sesuai dengan ISO OHSAS 18001:2007, secara optimis resiko dapat ditekan hingga 50%. Pada dasarnya ada 3 hal utama dalam standar keselamatan, Kualitas SDM, sistem pencegahan dan penanganan kecelakaan dan yang  terakhir adalah sarana dan prasarana yang digunakan.

Kuncinya terletak pada kualitas SDM dalam meminimalisir resiko dan mengatasi kecelakaan yang sedang terjadi. Meski sebuah korporasi memiliki sistem dan fasilitas yang memadai, namun kualitas SDM yang kurang baik maka hal ini akan menyulitkan instansi itu sendiri. Materi yang diberikan dalam in-class training antara lain penugasan personel yang bertanggung jawab atas K3, pemasangan rambu khusus K3, dokumentasi sarana dan prasarana yang ada, dokumentasi kecelakaan kerja ang terjadi setiap harinya, serta perlengkapan untuk personel di lapangan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Setelah mendapatkan pelatihan K3, pihak TUV Nord Indonesia selaku pemberi pelatihan, auditor serta pemberi sertifikasi ISO OHSAS 18001: 2007 akan memberikan rentang waktu 1 tahun kepada Dishub Surabaya untuk menerapkan materi yang telah diberikan dan menyediakan sarana dan prasarana di setiap unit-unit pelayanan. Selain itu, akan ada pre audit yang akan dilakukan sebelum sistem K3 diimplementasikan. Hal ini dilakukan agar perbandingan kualitas SDM dan ketersedian sarana dan prasarana sebelum dan sesudah penerapan sistem OHSAS dapat terlihat.