Pembangunan Menara Pantau

Ini adalah foto-foto perkembangan pembangunan menara pantau di Terminal Manukan (21/05/2013):


manukan 1


manukan 2


manukan 3

Advertisements

Taman dan Sangkar Burung Akan Segera Perindah Terminal Manukan

manukan 1

Dishub Surabaya saat ini sedang melakukan pembangunan sebuah taman di Terminal Manukan. Tidak hanya taman, Dishub Juga akan membangun sangkar burung di tengah-tengah taman tersebut. Rencananya taman ini akan diisi dengan jenis tanaman Puring Bali dan juga sejenis rumput. Sedangkan untuk sangkar burung akan diisi dengan Burung Kutilang dan sejenisnya.

Pembangunan taman dan sangkar burung ini sudah dimulai sejak Maret 2013. “Kami terus berupaya memperbaiki fasilitas dan keindahan setiap terminal, salah satunya dengan pembangunan taman dan sangkar burung di Terminal Manukan ini. Kami harap nantinya taman dan sangkar burung ini dapat menambah keindahan serta keasrian terminal,” ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya. (cnd)

manukan 2

manukan 3

Tingkat Kecelakaan H-7 Sampai H+7 di Jawa Timur


Lebaran yang tahun 2011 harus diwaspadai oleh para pemudik, hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kecelakaan lalu lintas jalur darat di Jawa Timur pada saat H-7 sampai H+7 yang semula pada tahun 2009 terjadi 245 kecelakaan meningkat menjadi 391 kecelakaan pada tahun 2010. Penyebab dari meningkatnya kecelakaan karena semakin banyaknya jumlah masa yang melakukan mudik baik itu mudik maupun arus balik yang dilakukan pada saat bersama-sama.
Uraian 2009 2010
Jumlah Laka 245 391
Meninggal Dunia 105 81
Luka Berat 141 45
Luka Ringan 360 176
Sumber : Data Analisis dan Evaluasi (ANEV) Ditlantas Polda Jatim
(Jawa Pos, 1 Agustus 2011)
Meningkatnya jumlah kecelakaan yang terjadi membuat Dishub LLAJ Jatim mensiagakan 131 bus untuk mudik gratis untuk mengurangi angka kecelakaan dan sekaligus mengurangi kemacetan yang terjadi pada saat H-7 sampai dengan H+7. Dishub LLAJ Jatim membuka kesempatan kepada 7.000 penumpang untuk mudik gratis dari Surabaya menuju 12 daerah dengan rute, Situbondo-Banyuwangi, Jember-Banyuwangi, Bondowoso, Malang-Blitar, dan Kertosono-Tulungagung-Trenggalek. Selain itu juga Madiun-Magetan, Karangjati-Ngawi, Madiun-Ponorogo-Pacitan, Bojonegoro-Tuban, Nganjuk, Kediri, dan Pamekasan-Sumenep.[Set]

Libur Natal dan Tahun Baru 2011 Dishub Siapkan 174 Personil


………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Sebanyak 174 personil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya di terjunkan selama pelaksanaan pemantauan kegiatan penyelenggaraan angkutan natal 2010 & tahun baru 2011.

“Tahun 2010 kali ini Dishub menempatkan sejumlah personil di beberapa titik di kota surabaya untuk pengamanan serta pemantauan penyelenggaraan angkutan natal dan tahun baru”, tutur H.Subagio Utomo, SH, MM selaku Kepala Seksi Penertiban Bidang Pengendalian dan Operasional.

Kegiatan yang dimulai kamis 23 Desember 2010 hingga 3 Januari 2011 ini meliputi memantau/ melaksanakan penataan dan pengaturan parkir di area kegiatan natal dan tahun baru serta melaksanakan pengawasan kelancaran lalu lintas di sekitar gereja tempat berlangsungnya acara perayaan natal.

Untuk memberikan layanan operasional yang lebih pada malam natal dan pergantian tahun, Dishub mendirikan beberapa posko diantaranya di Terminal Purabaya, Terminal Tambak oso Wilangun serta Terminal Joyoboyo. Sedangkan untuk pemantauan kegiatan melalui alat komunikasi dipusatkan di kantor Dishub, Dukuh Menaggal.

Selain itu Dishub juga mempersiapkan sejumlah armada bus untuk membantu arus mudik. “Walaupun arus mudik tidak sepadat lebaran idul fitri, kami akan tetap antisipasi” imbuh Subagio. Persiapan lainnya yang dilakukan di terminal diantaranya, pemeriksaan armada yang meliputi kelengkapan administrasi kendaraan (STNK, Buku Uji, kartu pengawas), Persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. Serta yang tak luput dari pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan kondisi kesehatan pengemudi dimana yang akan dikoordinasikan dengan posko kesehatan yang telah tersedia.

Untuk lebih memperlancar kinerja porsonil di lapangan, Dishub akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya mewujudkan keamanan dan keselamatan bagi para calon penumpang.

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Penggunaan BBG untuk Angkutan Umum di Kota Surabaya

Penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sektor transportasi saat ini mulai dihidupkan kembali. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bekerjasama dengan Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat berupaya untuk mensosialisasikan program penggunaan BBG untuk transportasi khususnya angkutan umum/ mikrolet.

Penggunaan BBG untuk transportasi dalam rangka peningkatan pemanfaatan gas bumi ini juga ditunjang dengan bantuan Converter Kit sebanyak 445 unit dari Kementrian Perhubungan. “saat ini baru 62 kendaraan/ angkutan umum yang dipasang conventer kit”, tutur Kepala Seksi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Surabaya Endri Sutjahjo, A.md LLAJ,ST,MM

Secara teknis kinerja mobil ber-BBG itu didukung oleh conversion kit, peralatan yang memungkinkan mobil bergerak dengan bahan bakar gas. Pertama, gas dimasukkan ke tabung melalui wadah pengisian. Lalu, BBG disalurkan ke tangki gas di tubuh mobil. Setelah tekanannya diturunkan, gas–dengan suatu cara–bercampur dengan udara, yang lalu masuk ke mesin untuk dibakar. Tetapi, dengan suatu cara pula, kendaraan ber-BBG dapat kembali menggunakan BBM.Dengan alat converter ini, mobil atau motor bisa dual switch. Jika tidak ada BBG, bisa kembali ke premium. Jadi, tidak ada kesulitan.

Dalam pemasangan converter ini kami sudah menunjuk bengkel yang dapat membantu pemasangan alat ini, tambah Endri Sutjahjo

Keuntungan penggunaan BBG untuk transportasi yang dapat kita rasakan bersama, diantaranya udara akan jauh lebih bersih karena pembakaran lebih sempurna (dengan Oktan 104 pada propane). Manfaat lain yang dapat dirasakan, subsidi BBM yang selama ini kita nikmati dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya karena cadangan gas di Indonesia masih mencukupi.

BBG merupakan bahan bakar ramah ligkungan, sebagaian besar (sekitar 85%) komponen gas bumi yang telah dimurnikan ini terdiri dari gas metana dan etana. Selebihnya gas propana, butana, pentana, nitrogen, dan karbondioksida. BBG lebih ringan dari udara, dan mempunyai nilai oktan 120.

Sumber : Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Dishub Tingkatkan Pelayanan Dengan Alat Uji Mobile

Para pengguna jasa pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) sekarang mempunyai pilihan untuk melakukan uji kir kendaraan mereka. Pada hari Jum’at 12 Nopember, Dinas Perhubungan mensosialisasikan Penggunaan Alat Uji Mobile ini kepada petugas uji di lingkungan Dishub Kota Surabaya. Mobil yang dilengkapi dengan pendingin udara dan beberapa interior pendukung ini, dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat dalam melakukan uji kir.

Secara penggunaan, alat uji mobile dengan alat uji yang ada di PKB Wiyung dan Tandes tidak berbeda. Kelebihan dari alat ini, nantinya akan jemput bola/ mobile (keliling). Alat uji mobile ini dapat langsung datang ke lapangan atau juga dapat dipanggil oleh semisal pihak pool taxi untuk pengecekan armadanya. Yang tentunya syarat-syarat dan biaya administrasi tetap mengikuti aturan area PKB. Alat ini nantinya juga menunjang program reguler uji emisi.

Acara yang dimulai tepat pukul 13.00 WIB tersebut, langsung diperagakan bagaimana cara kerja dari 5 alat utama dan beberapa alat tambahan. Tampak alat uji gas buang dibedakan menjadi 2, antara kendaraan yang berbahan bakar bensin dan solar. Alat ini berfungsi mengukur kandungan CO, HC, CO2 dalam emisi kendaraan.Alat ini dilengkapi dengan badan alat ukur, Printer, Aelang Uji Panjang, Prefilter, Pipa Uji, dan Probe. Selain itu alat tersebut juga dilengkapi dengan monitor yang dapat menampilkan hasil dari uji gas buang.

Selain itu diperagakan juga Auto Test Brake Meter, alat ini dipergunakan untuk pengukuran rem pada kendaraan. Dalam penggunaan alat ini sebaiknya dilakukan di permukaan yang rata, hal ini dimaksud untuk menghindari hasil dari pengujian kurang baik dan tidak lulus uji. Selanjutnya ada alat headlight tester yang dipergunakan untuk memeriksa intensitas cahaya, elevasi berkas cahaya dan sumbu optikal dari lampu kendaraan mobil. Sistem kerja dari alat ini, pengaturan jarak lampu alat uji dengan kendaraan yang kemudian pusatkan titik acuan untuk berkas laser. Arahkan berkas laser ke titik acuan secara vertikal sampai kedua titik acuan terkena laser.

Setelah beberapa waktu yang lalu UPTD PKB mendapatkan sertifikat ISO 9001-2008, dengan adanya penambahan armada Unit Pengujian kendaraan Bermotor Keliling Ini dapat meningkatkan mutu pelayanan. Selain itu nantinya diharapkan pula dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.