Progress Pembangunan Menara Pantau (7Juni 2013)

Foto-foto ini menunjukkan progress pembangunan menara pantau di Terminal Manukan (7 Juni 2013). Pengecatan di beberapa bagian dan pemasangan kaca maupun AC sudah terlihat. Tidak hanya itu, pembuatan tangga pun juga rampung.

manukan 2

 

 

manukan 1

 

 

manukan 4

 

 

manukan 3

Advertisements

Sangkar Burung dan Ayunan di Terminal Manukan Selesai Dibangun!

tamansangkar 1

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya telah selesai membangun sangkar burung dan ayunan di Terminal Manukan. Pembangunan ini telah dilakukan sejak Desember 2012.

Jumlah ayunan di Terminal Manukan sebanyak 3 buah. Ayunan ini dapat dimanfaatkan oleh pengunjung terminal. Untuk sangkar burung diisi dengan Burung Kutilang dan sejenisnya. “Kami harap taman dan sangkar burung ini dapat menambah keindahan serta keasrian terminal,” ungkap Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Surabaya.

Selain itu, saat ini Dishub Surabaya sedang membangun menara pantau. Menara pantau ini sebagai upaya Dishub Surabaya untuk meningkatkan fasilitasi Terminal Manukan. (cnd)

tamansangkar 2

tamansangkar 3

HIJAU DAN RINDANGNYA TERMINAL MANUKAN

Kamis (13/09/12) Dishub Surabaya terus meningkatkan dan menggalakan upaya penghijauan di lingkungan terminal di seluruh Kota Surabaya. Salah satu diantaranya adalah Terminal Manukan, terminal yang berada di Jl. Manukan Tama. Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep tersebut terus ditingkatkan penghijauannya.

Beberapa tanaman dan pohon ditanam di sekitar lingkungan terminal, seperti daerah pintu masuk, pujasera, kantor, dan pintu keluar. Upaya penghijauan saat ini sangat penting semenjak semakin menguatnya isu perubahan iklim yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia.

Keberadaan tanaman sangat berguna yaitu untuk menyerap gas karbondioksida untuk melakukan fotosintesis, dan menghasilkan oksigen. Semakin banyak tanaman, maka semakin banyak juga persediaan oksigen dan berkurangnya gas racun karbondioksida.

Selain itu membawa perubahan di lingkungan sehingga membuat semakin nyaman untuk ditempati manusia, terutama dapat menyehatkan mata. Manfaat lain bagi lingkungan adalah memperkuat lapisan tanah sehingga mencegah longsor atau penurunan tanah dan dapat juga menyerap air hujan. (hwa)

In-class Training Sebagai Langkah Awal Menuju ISO OHSAS 18001:2007

Menjelang akhir tahun Dinas Perhubungan Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pelayanan publik. Tidak hanya mutu pelayanan langsung kepada masyarakat, melainkan mutu keselamatan jajaran personel dan pengguna jasa transportasi di terminal dan unit pengujian kendaraan bermotor juga menjadi perhatian utama bagi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Rabu Kemarin (13/12/2011) Dishub Surabaya mendapatkan pelatihan keamanan dan keselamatan kerja (K3) bagi pimpinan UPTD terminal, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor dan Kepala Pangkalan di seluruh Kota Surabaya. Pelatihan ini merupakan tahap awal sebelum mendapatkan sertifikasi OHSAS 18001:2007 dan agenda kedua setelah mendapatkan sertifikasi tentang manajemen administrasi ISO 9001:2008 tahun yang lalu.

Diatas semua itu, pelatihan ini bertujuan memberikan keamanan dan keselamatan kerja, meningkatkan standar mutu pelayanan keselamatan sesuai standar internasional serta mengurangi resiko di setiap unit pelayanan seperti terminal, stasiun pengujian kendaraan bermotor dan kantor utama Dishub Surabaya dari bahaya kecelakaan kerja.

“Agenda hari ini adalah in-class training, materi berikutnya tentang teknik penerapan dan prosedur dokumentasi yang lebih komprehensif akan dipaparkan pada tanggal 20-21 Desember 2011. Program yang urgent saat ini adalah peningkatan mutu keselamatan baik bagi petugas kami di lapangan maupun pengguna jasa transportasi.” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasaran Transportasi , Irvan Wahydrajad, M.MT.

Boby Arief Hendradjaja selaku pemberi materi dan manager of training dari TUV Nord Indonesia mengatakan, “Saya melihat resiko terbesar datang dari luar (pengguna jasa terminal) seperti calon penumpang dan armada bus. Dengan adanya pelatihan dan penerapan sistem yang sesuai dengan ISO OHSAS 18001:2007, secara optimis resiko dapat ditekan hingga 50%. Pada dasarnya ada 3 hal utama dalam standar keselamatan, Kualitas SDM, sistem pencegahan dan penanganan kecelakaan dan yang  terakhir adalah sarana dan prasarana yang digunakan.

Kuncinya terletak pada kualitas SDM dalam meminimalisir resiko dan mengatasi kecelakaan yang sedang terjadi. Meski sebuah korporasi memiliki sistem dan fasilitas yang memadai, namun kualitas SDM yang kurang baik maka hal ini akan menyulitkan instansi itu sendiri. Materi yang diberikan dalam in-class training antara lain penugasan personel yang bertanggung jawab atas K3, pemasangan rambu khusus K3, dokumentasi sarana dan prasarana yang ada, dokumentasi kecelakaan kerja ang terjadi setiap harinya, serta perlengkapan untuk personel di lapangan serta langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007.

Setelah mendapatkan pelatihan K3, pihak TUV Nord Indonesia selaku pemberi pelatihan, auditor serta pemberi sertifikasi ISO OHSAS 18001: 2007 akan memberikan rentang waktu 1 tahun kepada Dishub Surabaya untuk menerapkan materi yang telah diberikan dan menyediakan sarana dan prasarana di setiap unit-unit pelayanan. Selain itu, akan ada pre audit yang akan dilakukan sebelum sistem K3 diimplementasikan. Hal ini dilakukan agar perbandingan kualitas SDM dan ketersedian sarana dan prasarana sebelum dan sesudah penerapan sistem OHSAS dapat terlihat.

Wajah Terminal Tambak Oso Wilangun Kedepan

Dalam rangka mengikuti program pemerintah Kota Surabaya yang rencananya akan difokuskan pada pengembangan wilayah Surabaya bagian barat, Dinas Perhubungan Kota Surabaya berencana melakukan beberapa pembenahan pada terminal besarnya di wilayah barat Surabaya yaitu terminal Tambak Oso Wilangun. Sebagai terminal type A, fasilitas utama secara umum memang sudah terpenuhi, namun perlu adanya pengembangan fasilitas pendukung lebih jauh lagi guna tercapainya sistem pelayanan yang memuaskan. Oleh karena itu, dishub surabaya telah menyiapkan kerangka rencana pengembangan yang nanti akan dilakukan untuk terminal tersebut. Selain aspek angkutan umum, hal lain yang nanti menjadi fokus pengembangan adalah perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dalam terminal.

Untuk aspek angkutan umum, pengembangan dilakukan dengan menambah jumlah jalur keberangkatan. Jalur keberangkatan yang semula hanya 7 jalur akan ditambah menjadi 10 jalur, di mana 1 jalur untuk jalur bebas dan 9 jalur untuk trayek-trayek kendaraaan yang sudah ditentukan. Dengan bertambahnya jumlah jalur keberangkatan ini, diharapkan akan memudahkan para calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan dengan tujuan area pantura seperti Jakarta, Cirebon dan Semarang.

Selain penambahan jalur keberangkatan, Dishub juga berencana memindahkan arah sirkulasi keluar-masuknya kendaraan ke terminal. Pintu masuk yang semula berada di sisi selatan terminal nanti akan dipindah ke sisi utara. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Eddi, MM menyatakan,”Tujuan utama pengalihan pintu masuk kendaraan ini adalah karena faktor ergonomis dan keamanan”. Saat ini, ketika penumpang turun dari bus, maka mereka tidak bisa langsung menghadap ke arah ruang tunggu kedatangan (posisi pintu bus adalah sebelah kiri). Untuk masuk ke ruang tunggu, mereka harus berjalan melewati bagian belakang kendaraan. Hal tersebut dapat beresiko pada keselamatan penumpang. Dengan dipindahkannya jalur kedatangan menjadi sisi utara, maka penumpang yang turun dari bus dapat langsung berjalan menuju ke ruang tunggu terminal tanpa harus melewati bagian belakang maupun bagian depan kendaraan.

Untuk aspek Ruang Terbuka Hijau (RTH), selain mengembangkan bangunan secara vertikal, Dishub juga berencana membuat taman di area parkir belakang, ruang tengah serta area parkir depan terminal. “Dengan adanya taman ini, para calon penumpang bisa menikmati pemandangan hijaunya sembari menunggu keberangkatan bus yang akan mereka tumpangi. Selain itu ke depannya taman tersebut juga berfungsi untuk mengurangi polusi udara serta memberi kesan terminal yang asri”, ujar Kepala Bidang Sarana Prasarana Transportasi, Irvan Wahyudrajad, M.MT.

Fasilitas pendukung yang juga akan ditambahkan adalah ruang khusus untuk ibu menyusui, ruang khusus untuk orang-orang yang merokok, serta area khusus untuk orang-orang cacat dan lansia. Lahan parkir untuk sepeda motor juga akan diperluas secara vertikal (bangunan bertingkat) sehingga nantinya memiliki kapasitas hingga 300 unit sepeda motor. Dari segi teknologi, sistem IT di terminal untuk seluruh jenis kendaraan rencananya akan diintegrasikan dengan sistem gate (mengadopsi sistem IT di bandara). Terakhir, landmark terminal akan dibuat seunik mungkin sehingga terminal ini bisa juga dijadikan sebagai salah satu ikon untuk wilayah Surabaya barat.

Pemaparan Hasil WTN oleh Kementrian Perhubungan

Setelah melakukan penilaian ketiga dalam rangka lomba Wahana Tata Nugraha 2011, tim penilai dari Kementrian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memaparkan hasilnya di ruang sidang walikota Jl. Jimerto Surabaya hari ini (Jum’at, 18/11/2011). Agenda yang dipimpin langsung oleh walikota Surabaya Tri Rismaharini tersebut dihadiri oleh para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dari berbagai SKPD terutama Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Sedangkan dari Tim Kementrian diwakili oleh Andaru sebagai ketua tim, joko dan felix. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam banyak membahas hasil penilaian dan rencana jangka menengah antara 2009- 2015 yang dimiliki kota Surabaya khususnya sektor transportasi.


Andaru menyatakan bahwa kota Surabaya sudah memiliki infrastruktur yang bagus untuk sistem lalu-lintas dan transportasi. Hal ini ditunjukkan dari tersedianya sarana baik bagi pengguna jalan roda empat, roda dua maupun pejalan kaki. Selain itu pelayanan berbasis informasi dan teknologi yang diterapkan di jalan raya dan yang diberikan oleh unit pelayanan terminal dan pengujian kendaraan bermotor di Tandes membuat warga menjadi tertib dan sangat terbantu.

Ketua tim tersebut juga menambahkan agar Pemkot Surabaya lebih memperhatikan angkutan umum agar dapat bersinergi dengan terminal. “Semua kriteria penilaian (di kota Surabaya) sudah terpenuhi dan sangat memuaskan. Namun sebaiknya angkutan umum dan terminal lebih bersinergi.”
Menanggapi temuan hasil dari Tim penilai, Tri Risma memaparkan, “Pemerintah Kota Surabaya terus membenahi angkutan umum dan sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan angkutan massal yang terdiri atas trem dan monorel sebelum 2015 karena (pekerjaan angkutan massal) sudah masuk dalam RPJMD kota Surabaya.”
Masih terkait dengan angkutan massal, Pemkot Surabaya juga akan melakukan pengaturan rute asal dan tujuan serta membentuk badan usaha yang mengakomodasi kepemilikan angkutan umum yang ada sekarang ini. Hal ini dilakukan karena selama ini kepemilikan angkutan umum masih atas nama perorangan sehingga pelayanan di setiap moda yang ada sekarang tidak memiliki standar yang sama baik dalam hal kenyamanan kendaraan, ketersediaan armada dan ketepatan waktu.
“Baik angkutan umum maupun angkutan massal harus mengikuti UU LLAJ (Undang-Undang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan) dimana pengelolanya adalah badan usaha dalam hal ini koperasi. Kita akan rerouting trayek yang ada, agar lebih efisien dan dapat menjangkau seluruh kota.” Ujar Eddi  selaku Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Sinkronisasi antara hasil temuan dan rencana jangka menengah dari Pemkot Surabaya diharapkan dapat menjadi pedoman dalam melakukan revitalisasi dan manajemen sistem transportasi di kota Pahlawan.(erk)

Idul fitri = Halal Bihalal + Lontong Cap Gomek

Para Pimpinan Dinas Perhubungan Kota Surabaya beserta jajarannya mengadakan halal bihalal pada tanggal 21 September 2010 di pelataran kantor Jl. Dukuh Menanggal No. 1.  Dalam kesempatan ini, Plt Kepala dinas, Kepala Bidang dan Seluruh staf menyambut acara tahunan pasca Lebaran dengan antusias. Diharapkan dalam acara ini seluruh Pimpinan dan staf dapat saling memberikan maaf satu sama lain. lebih jauh lagi, acara halal-bihalal tersebut dapat meningkatkan kinerja lebih baik lagi ke depannya.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, setelah saling bermaaf-maafan, acara halal-bihalal dilanjutkan dengan menyantap kudapan lontong cap gomek. Makanan tersebut disediakan oleh bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang bertempat di ruang pengembangan dan bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops). Ir.Irvan Wahyudrajad, M.MT selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana menginformasikan bahwa acara makan-makan tersebut memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk keperluan acara halal-bihalal di kantor. Menu lontong cap gomek dipilih lantaran makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh semua umur. Berbeda dengan gulai yang hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang bebas kolesterol dan asam urat, lanjut pria yang telah menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sejak tahun 2008. Penulis mendapat informasi dari staf yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa Bidang Sarana dan Prasarana menyiapkan sekitar 100 porsi lontong cap gomek untuk seluruh staf kantor pusat Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Diharapkan dengan adanya halal-bihalal ini seluruh staf dapat saling mempererat tali silaturahmi serta dapat meningkatkan kerjasama dan kekompakan antar bidang tanpa terkecuali.